Senin, 23 Januari 2012

Koperasi Wanita Siap Menembus Asean Community


Pastinya sebagai wanita setelah membaca judul artikel ini lebih tertarik untuk membacanya, karena koperasi ini dinamakan koperasi wanita J. Dengan diberlakukannya Asean Community pada 2015 mendatang sepertinya akan menjadi peluang besar bagi pengembangan pasar produk koperasi dan UMKM Indonesia ke depan, nantinya mancanegara hanya akan mengenal produk ASEAN, namun dengan ciri khas masing-masing negara anggota. Intinya, untuk menciptakan pasar bersama menembus trade barrier di kawasan lain.

Untuk tujuan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM akan menggelar pameran berskala internasional dengan peserta khusus dari kalangan pengusaha wanita, bertajuk ASEAN Women Cooperative And SMES Expo 2011. Pameran ini melibatkan sembilan negara ASEAN, termasuk Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan.

Dijelaskan bahwa  pameran yang baru kali pertama ini akan dievaluasi dan dikaji untuk kemungkinan diagendakan secara rutin setahun sekali, kalau hasilnya baik. Namun Neddy membantah, jika keputusan ini dinilai sebagai sikap pesimis. Karena baru kali pertama, lanjut Neddy, tentu perlu namanya evaluasi dan kajian lebih mendalam. Supaya pada pelaksanaan berikutnya bisa maksimal dan berhasil baik. "Nada pesimistis karena waktu mempersiapkan acara ini, kami sempat mengirim delegasi untuk mendatangi Negara-negara yang sekarang jadi peserta ini. Delagasi itu menawarkan untuk menjadi peserta bahkan member gratis biaya both alias stan pameran dan kamar akomodasi peserta asal berkenan hadir," ungkap Neddy.

Tapi, lanjut Neddy, kalau nanti mereka merasakan manfaat dari mengikuti pameran ini, berikutnya mungkin hanya pemberian biaya both saja yang gratis. Akomodasinya tidak lagi. Jadi bukan pesimis, tapi butuh evaluasi. Hasil evaluasi ini, nanti disampaikan sekaligus sebagai informasi akan kondisi pameran kepada kementerian terkait pada negara masing-masing. Sambil mengajak untuk berpartisipasi," ujarnya.

Neddy juga mentargetkan nilai transaksi sebesar Rp20 miliar selama empat hari pameran dan jumlah pengunjung sebanyak 10 ribu. Target ini dinilai realistis. Karena sebenarnya bukan hanya ritel atau perdagangan, tapi juga order bagi peserta dan buyer, terutama dari luar negeri.

Ditambah lagi, sebenarnya para peserta pameran sudah melakukan komunikasi antar pengusaha UKM di Negara-negara ASEAN itu "Mereka mengatakan, pameran khusus pengusaha wanita dan produk koperasi ini dibangun sebagai bagian media realisasi komitmen di antara mereka. Sehingga tinggal semacam konfirmasi saat pelaksanaan nanti untuk melihat dan bertukar informasi maupun pengalaman tentang produk yang dikembangkan masing-masing," ujar Neddy sambil merinci, umumnya Negara lain memamerkan produk tenun, kerajinan perhiasan, dan kerajinan tangan berupa asesoris, dan sejenisnya. 

Sumber : Harian Ekonomi Neraca

              depkop.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar