Minggu, 05 Agustus 2012

TAK SIA – SIA TERNYATA AIR MATA ITU ( Kisah nyata / kisahku sendiri )


Saat pertama masuk kampus, ternyata yang dipelajari itu bukanlah mata kuliah biasa layaknya belajar di dalam kelas, tapi ada juga praktikum yang merupakan mata kuliah penunjang tetapi belajarnya melalui software-software seperti MYOB Accounting, Zahir Accounting, Visual Basic dan masih banyak lagi.

Selain karena adanya software yang membedakan praktikum dengan kuliah lainnya, di praktikum ini kita tidak diajar dosen melainkan diajar assiten laboratoriumnya yang memang merupakan mahasiswa di kampus juga. Sungguh saya sangat tertarik, mulai dari bisa mengajar layaknya dosen, menandatangani dan mencap tugas-tugas praktikan, mengawasi praktikan saat kuis atau ujian, sampai menjadi programmer.

Karena saat itu saya masih tingkat satu, maka belum tahu apa-apa bagaimana caranya menjadi kakak-kakak yang bekerja di laboratorium tersebut, jadi ya saya masih sebagai mahasiswa biasa saja. Tetapi tiba awal tingkat dua tepatnya pada bulan Februari 2012 ada teman yang langsung mengabari saya bahwa salah satu laboratorium membuka lowongan recruitment assisten lab, sangat senang tentunya saya. Tetapi ternyata saya gagal dan teman saya yang memberi kabar ini justru lolos dan langsung resmi menjadi assisten lab. Saya sangat sedih, sangat teramat sedih karena memang dari awal saya sangat ingin menjadi assisten lab dan keinginan itu dimulai bukan karena ada lowongan itu melainkan memang semenjak saya hanya sebagai praktikan.

Tetapi saya tidak begitu saja langsung menyerah, ternyata ada lagi laboratorium lain yang membuka lowongan dan saya mencoba kembali. Tapi hasilnya sama saja>>gagal. Dan untuk kali ini lebih sedih dibanding lab lain. Karena saya sudah mengikuti setengah dari tahap-tahap yang ada dan bukan satu hari saya lewati itu tapi sampai dua hari. Mulai dari tes tutorial, wawancara dengan kakak lab, tes solusi, sampai tes tertulis. Mungkin namanya bukan rejeki jadi saya gagal di tes tertulis.

Lalu ada lagi lab lain yang membuka lowongan, tentunya saya ingin mencobanya lagi walaupun ini merupakan kali ketiganya saya melamar. Tapi lagi-lagi hasilnya sama juga dengan lab-lab sebelumnya yaitu gagal. Dan makin ke sini pun saya makin sedih karena tahap yang saya lewati cukup banyak dan hanya tinggal satu tahap lagi menuju penerimaan resmi assisten lab tersebut. Mulai dari tes tertulis, tes tutorial sampai tes wawancara dengan kakak-kakak lab telah saya lewati. Tapi apa daya memang belum rejeki saya.

Saya pun tak ingin menyerah begitu saja, ternyata pada akhir Juli 2012 kemarin ada lab yang membuka lowongan assisten lab. Tentunya saya ingin mencobanya kembali, tetapi untuk kali ini saya tidak terlalu berharap banyak karena takut terlalu sedih bila mengalami kegagalan untuk yang kesekian kalinya. Lalu dimulailah dari tahap pertama yaitu tes tertulis dan saya sangat pesimis setelah selesai mengerjakannya, karena soal yang keluar beda sekali dengan apa yang saya pelajari. Saya pun pesimis, dalam hati pun sudah tersirat kalau lolos ya syukur kalau tidak lolos ya sudah. Tapi puji Tuhan saya lolos ke tahap selanjutnya, senang rasanya karena tidak menyangka sama sekali. Lalu lanjut ke tes tutorial, selesai tes langsung dikatakan bahwa datang kembali pada hari jumat untuk mengikuti tes wawancara. Sungguh senang rasanya, paling tidak setengah tahap sudah saya lewati.

Dan tiba saatnya tes wawancara, saya kira akan wawancara dengan kakak-kakak labnya terlebih dahulu seperti lab sebelumnya tapi ternyata langsung wawancara dengan staffnya yang merupakan dosen juga di kampus saya. Benar-benar gugup saya, karena ada kagetnya juga. Apalagi saat wawancara saya tidak terlalu bisa menjawab pertanyaan yang ada, bahkan bisa dibilang saya sendiri bingung dengan apa yang saya katakan selama wawancara. Begitu keluar yang ada di dalam benak saya hanyalah berserah kepada Yang Maha Esa, karena hanya menurut kehendak-Nya sajalah semua terjadi.

Satu jam sampai dua jam terlewati, pengumuman sudah keluar tapi ternyata pengumumannya untuk anak tingkat satu terlebih dahulu. Ya sudah menunggu lagi, dan satu jam terlewati lagi-lagi yang keluar pengumumannya bukan untuk anak tingkat dua melainkan untuk anak tingkat tiga. Ah! Rasanya sudah mau mati saja, karena lama sekali keluar pengumumannya. Lalu satu jam kembali sudah terlewati saja, keringat dingin mengucur saat saya menghentakkan kaki menuju pengumuman yang keluar untuk anak tingkat dua. Dan ternyata, SAYA LOLOS ! SAYA DITERIMA MENJADI ASSISTEN LAB ! Sungguh senang luar biasa, layaknya mendapatkan uang 1 milyar sepertinya, karena sudah tiga kali berturut-turut saya mengalami kegagalan dan sudah tiga kali berturut-turut juga menitikkan air mata.

Tiada henti-hentinya saya mengucapkan thank God thank God, pokoknya senangnya itu sudah tak dapat diungkapkan dengan kata-kata lagi.

Dengan adanya kisah ini, diharapkan kepada para pembaca untuk terus mencoba tanpa pernah menyerah. Dan jangan lupa untuk terus berdoa, mengandalkan Tuhan dan berusaha semaksimal kemampuan kita. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar