Jumat, 16 Maret 2012

About Supir Angkot :)


Waktu itu kalau tidak salah kejadian ini terjadi pada saat saya kelas 3 SMA, di mana saya sedang menjelang kelulusan maka saya pun mengikuti les di Bogor supaya bisa mendapatkan perguruan tinggi negri ( walaupun kenyataannya tetap saja masuk ke swasta..hehehe :p ).

Hari itu adalah hari jumat di mana tiap sekolah pasti pulang cepat, jadi saya langsung pulang ke rumah untuk istirahat supaya nanti sore bisa pergi ke tempat les.
Nah, perjalanan ke tempat les tersebut dengan menaiki angkot 07 ( Bojonggede-Bogor), kebetulan pada saat itu saya duduk di depan tepat sebelah supir. Entah bagaimana caranya saya pun agak lupa, jadi pembicaraan kami itu menuju ke arah pendidikan. Di mana lelaki parubaya ini menceritakan mengenai anaknya. Karena pada awalnya saya ditanyakan begini, “neng mau ke mana?” , saya pun menjawab, “saya mau ke tempat les pak” sambil tersenyum. 

Ya intinya setelah percakapan ringan tersebut, bapak ramah tersebut menceritakan mengenai anaknya yang bisa berhasil kerja, ya walaupun tidak melanjutkan ke perguruan tinggi alias hanya lulusan SMA, karena pada saat bercerita saja sepertinya senang dan lega sekali, terlihat kalau supir ini bangga sudah bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA. Sebab bapak itu bercerita “seberapalah upah dari supir angkot ini?” karena mobil angkot tersebut pun angkot sewaan, dan mau tak mau hasil jerih payahnya seharian itu tidak sepenuhnya miliknya tetapi setengahnya harus diberikan ke orang yang telah menyewakan angkotnya tersebut.

Saya sungguh kagum, karena walaupun dia sendiri tidak tahu menahu soal pendidikan tapi beliau tetap ingin berhasil supaya nanti anaknya tidak mengikuti jejak ayahnya. Bahkan saya pun ikut serta dinasihati sambil bilang begini, “eneng masih enak masih bisa les lagi dan nanti pasti bisa kuliah..makanya eneng belajar yg bener biar bisa tercapai cita2 eneng”..hehehe..saya hanya tersenyum malu sambil mengangguk menjawab apa yang dibilang oleh supir tadi.

Jadi, yang saya dapat dari kejadian ini..pertama, jangan pernah meremehkan orang lain dari pekerjaannya, karena kita tidak tahu kalau “supir angkot” pun ternyata bisa sukses menyekolahkan anaknya sampai kini anaknya bisa bekerja. Saya saja sering heran kalau masih melihat banyak orang yang sehat fisik maupun jasmani tetapi kerjaannya hanya mengamen atau meminta-minta. Kedua, jangan pernah menyerah dan putus asa, karena jika kita melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan kerja keras maka apa yang kita inginkan selama ini pastilah tercapai.

Mungkin sekian dulu cerita dari saya kali ini, semoga bisa ada yang diambil buat para pembaca semuanya. Oya, ini kisah nyata loh..bukan cerita belaka. Terima kasih bagi yang sudah membaca. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar